Sambil mendekatkan wajahnya ia tersenyum sambil berbicara perlahan : “asyik kan ceritanya?”“Untung gak ada yang dengar ceritamu tadi,” kataku sambil memperhatikan kiri kanan. Bokep Tante Kubiarkan sesaat Ratih ikut mengatur memisahkan makanan kering, keripik, pakaian dan buku-buku. Pintu paling ujung telah terbuka, dan Windy menahannya menungguku masuk.Setelah melewatinya, terdengar pintu tertutup perlahan dan kudengar suara kunci diputar. Kusisir pelahan ke belakang. Kalau bukan karena menemani mas membackup data akuntasi perusahaan ini tiap hari Sabtu, aku juga gak bakal ke sini mas.”
“Lah, bukannya tiap minggu kamu ke sini ngeberesin pembukuan?”
“Hiyo hiyo. “hihihi..” tak tahan ku tertawa geli dengan komentarnya. Bantuin Ratih!! Enggak tau gimana gitu,” jelas Ratih. Sesampai di depanku Windy hanya mengenakan bra, memperlihatkan buah di dadanya yang besar dan indah tertopang bra gelapnya.




















