Aku kaget, “ternyata ia marah”, pikirku. Mbak Nida kelihatannya menurut dan memasukkan tangannya ke dalam celana Mas Arif, tetapi baru sebentar sudah ditariknya kembali, tampaknya Mbak Nida menolak.“Yaaa….. Bokep Indo Kalau tidak saya akan berteriak” bentak Mbak Nida. Perlahan aku mendekati Mbak Nida, kulihat ia menangis,“Mbak….jangan menangis, tidak ada maksud saya sedikitpun menyakiti Mbak” kataku sambil mulai menyeka air matanya dengan tanganku.Lalu pelan-pelan kupegang pun-dak Mbak Nida dan kudorong pelan dia agar berbaring di ranjang. Sesekali Mbak Nida tertawa cekikikan. Kemudian serta merta ia memeluk Mbak Nida. “Oh, baiklah” kata Mbak Nida sambil bermaksud mengambil bungkusan di tanganku itu. “Eee….nggak..nggak koq Mas, saya sudah bangun nih” kataku berusaha mencegah Mas Arif pergi.“Gangguin tidur kamu nggak ?”
“Ndak…ndak kok, masuk aja” kataku mempersilahkan. “Eehh…nanti dulu, kamu khan belum minum” Mas Arif berusaha mencegahku.




















