Udah tak apa-apa. Bokep Korea Sendirian.”Selanjutnya kita berdua diskusi soal bahasa Inggris sampai tiba saat makan siang dan Pak Martin tanya,“Udah laper, Et?” Aqu jawab,“Lumayan, Pak”.Lalu dia berdiri dari duduknya,“Kamu tunggu sebentar ya, di rumah. Ketika tiba di rumah Pak Martin, dia baru selesai mandi dan kaget melihat kedatanganku.“Eeeh, kamu Et. Tunggu, ya, saya paké baju dulu”. Tetapi aqu cuek saja, kuanggap ini sebagai pengalaman saja.Semenjak itulah, bila ada saat luang aqu bertandang ke rumah Pak Martin untuk menikmati keperkasaannya dan aqu bersyukur pula bahwa rahasia tersebut tak pernah sampai bocor. Betapa kagetnya aqu sembari menoleh ke arahnya tetapi tampak wajahnya biasa-biasa saja. Saya baru pertama ini”.Dia berkata lagi, “Sama, saya juga”.Kemudian aqu agak tersenyum dan tertidur karena memang aqu lelah, tetapi aqu tak tahu apakah Pak Martin juga tertidur.Sekitar pukul 17:00 aqu dibangunkan oleh Pak Martin dan rupanya sesaat aqu tidur dia menutupi sekujur badanku dgn selimut.




















