Namun sama Sekali aku tak bisa apa-apa. Bokep Tante “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Namun Lidya tak manja dan bisa mandiri. Aku memang tak mengerti dgn kekecewannya. Sesaat aku tersentak kaget, tak menygka kalo Lidya akan seberani itu. Lidya kembali mencium dan melumat bibirku. Namun aku sama sekali tak tertarik padanya. Dan juga anak terakhir. Entah kenapa, mungkin badan Bapak besar dan tangannya ditumbuhi rambut-rambut halus yg cukup lebat. Meskipun malam itu Lidya mengenakan rok yg panjang, namun belahannya hampir sampai ke pinggul. Begitu rapat sekali badannya ke badanku, sehingga aku bisa merasakan kehangatan dan kehalusan kulitnya. Aku coba untuk menuruti keinginannya tanpa ada perasaan apa-apa.“Ke kamarku, yuk..”, bisik Lidya mengajak. PadahaI waktu itu Lidya sudah dipengaruhi gejolak membara dgn badan polos tanpa sehelai benangpun menempel di badannya.“Kau..”, desis Lidya terputus suaranya. Namun aku tak tahu dan sama sekali tak merasakan apa-apa meskipun Lidya menekan dadanya cukup kuat




















