Soalnya beli tiketnya baru aja tadi.”Aku melihat ibu yang menyapa tadi. Sepanjang sejarah hidupku. Bokep Rusia Tapi ngapain naik bis ya? Aku bisa mendengar degup jantungku di telingaku sendiri. Tipikal keluarga Jakarta, berumur di akhir 30an dan baru saja mempunyai anak. Bayanganku memang menjadi kenyataan. aku paling tidak suka lampu tidur yang remang remang. Ah, peduli amat.Aku kembali menutup mataku. Uh, begitu romantis. Tanganku mulai beraksi. Suara air hujan menderu keras sekali di atas atap. Tidak berasa memang. Selagi dia membuka BHnya, pelahan aku menarik ritsleting celanaku ke bawah. Pasti basah, karena aku merasakannya dengan tanganku. “adikku” tidur nyenyak sementara dia sendiri terpuaskan. Untung aku ada sweater yang bisa menutupi si “burung” nakal. Dia kemudian menahan tanganku. Ada sesuatu yang mencengkeram. Aku tersenyum kembali. Atau Satin? Aku? Aku meresapi setiap jengkal usapan tanganku di dadanya.




















