“Yeehaaaaa”, teriak Zenit memandangi Minoru yang sedang menari dengan kakunya.Aku duduk di ranjang juga menonton adegan tersebut, Minoru terlihat malu-malu, dia tidak begitu bisa menari, tapi wajahnya yang cantik dan tubuhnya yang seksi terlihat dia benar-benar seperti artis layaknya personil AKB48.“Lepaskan pakaianmu perlahan!!!”, perintahku minta Minoru memtelanjangi tubuhnya sambil menari. Tapi cengkraman erat memek sempitnya membuat aku semakin masuk ke dalam suasana nikmat. Bokep Tobrut Rumah kontrakan milik Zenit sekarang menjadi tempat kami akan berpesta. Dia mulai menari seirama dengan lagi yang ku putar.“Heavy Rotation”, lagu AKB48 itu menjadi pengiring tarian Minoru. Sambil membawa beberapa botol bir lagi dan rokok, kami pulang dan hanya menunggu ke datangan Minoru. Dengan motor pemberian Herman, Kawasaki Ninja 150RR, kupacu menuju ke sana.Zenit rupanya sudah menunggu di meja sudut sana, dengan meja yang penuh dengan minuman keras serta bungkus rokok.




















