“Omong-omong, aku bisa kasih komisi lebih banyak, yah paling tidak 5% lebih banyak dibanding proyek sebelumnya,” kata Pak Wijaya mengalihkan pembicaraan yang membuatnya tak nyaman itu.“Ah, itu bisa dibicarakan nanti. Bokep Mom Ngomongnya di dalam aja,” kata A-mei dengan ramah sambil membuka pintu lebar-lebar dan menarik tangan Pak Heru untuk masuk ke dalam kamarnya.Sikap A-mei terlihat jelas berubah drastis. Ini sekedar wacana diskusi diantara kita saja.”
“Pertama, kau tahu persis hal itu akan merusak hubungan kita karena aku tentu tak akan menyerahkan putriku begitu saja.Maafkan aku dalam hal ini, tapi ia adalah putriku, kata Pak Wijaya tegas.“Kedua, kau juga tahu, anakku itu suka bertindak semaunya sendiri. Hitung-hitung ini untuk membalas kenakalanmu tadi yang berani membanting pintu di depanku. Aku percaya dengan kata-katamu. Rupanya kau cukup tahu diri juga. Seandainya aku menyetujui pun juga tak ada gunanya. Udah ah, aku mau tidur dulu,” dan dipencetnya handphone itu dan dimatikannya.




















