Kulihat dengan ujung mata, Tina sedang di kamarnya entah beraktifitas apa. Aku kemudian berjongkok dan mulai mengecupi vaginanya. Film Porno ”Pintunya nggak ditutup aja Tin ?”, tanyaku. Kucium dalam-dalam lagi bibirnya. Ganti tangan kananku melakukan hal yang sama. Rupanya muridku cepat mengerti penjelasan gurunya. Ditatapnya senjata kebanggaanku, lalu menatapku dan tersenyum. Lalu sabun yang tadi tergeletak di pinggir bak mandi kuambil dan aku basahi. Kepalaku tetap diusap –usap oleh Tina. ”Ooouuggghh..Pppaakkkk..mentok Pppaakk”. Aku hanya bisa membalasnya dengan senyum juga.Diambilnya lagi segayung air, sabun dibasahi dan sisanya diguyurkan ke paha dan kaki lalu digosoknya. Lalu sabun yang tadi tergeletak di pinggir bak mandi kuambil dan aku basahi. Mata Tina sedikit membesar. Bikin senewen..sengaja membuat panas“. Tina berdiri di balik pintu dengan menutupi sedikit bagian tubuhnya dengan handuk.




















