Ini sepertinya polisi atau tentara jawa kuno.“Apa salahku?” ucapku dalam bahasa sepertinya bahasa jawa kuno. Film Porno Kujawab pula dengan jawaban yang sama. Sepi, dan airnya tidak sekencang di ruang sebelah. Panjang dan besar kontolku ini memang sudah dari sananya. Setelah menyebutkan nama kota dan dilanjutkan dengan basa basi serta sejarah kedatanganku ke tempat ini, kami diam lagi.“Uwis njuh…” kata teman di pojok seraya berdiri.Yah, mereka sudah selesai.“Kami duluan mas…” pamit orang mengajakku ngobrol tadi.“Monggo.. Kuraih sarung yang menutupi auratnya itu. Aku tidak begitu mempedulikan semua itu.Sentot begitu nama penjagaku selain pak Marto Tua yang hobinya tidur.“Tot, kamu segede ini pernah coli gak?”Kumulai percakapan ke arah yang tepat.“Apa itu mas?”Kuperkirakan awalnya awal duapuluhan atau mungkin belum sampai dua puluh. Pasti seru saja bisa melihat orang begini dan begitu pikirku. Setelah menyebutkan nama kota dan dilanjutkan dengan basa basi serta sejarah kedatanganku ke tempat ini, kami diam lagi.“Uwis njuh…” kata teman di




















