Sitha mengisap rokoknya dalam-dalam, lalu menyemburkan asap dari mulut. “Terserah kamu sih. Bokep Montok Udah dipake berapa orang kamu hari ini, lonte?”
Mirna menggigit bibir, malu karena diledek Bram. Mirna duduk sendirian di dalam kamar di depan cermin. Mirna sempat terpikir bahwa itu sudah berlebihan, tapi dia mencoba menerima saja hasil karya Sitha di mukanya. “Kok bengong aja, Mas? Kalau kamu mau coba tanya orang lain, silakan.”
“…” Mirna diam saja. “Tapi daripada kamu gak mau berhenti jajan…” Sudah waktunya, pikir Mirna. Makanya aku datang minta saran Kak Sitha, gimana baiknya aku hadapi masalah ini. Satu hal yang tidak diceritakan Sitha ke Mirna, karena Sitha sendiri tidak tahu: kalau bersetubuh dengan wanita bayaran, Bram terbiasa dominan dan cenderung melecehkan lawan mainnya.Itu juga salah satu alasan Bram ragu-ragu meminta Mirna mengikuti kemauannya. Sekarang dia terlentang telanjang, mandi keringat, di ruang tamu. Sampe sekarang juga masih. Bram tidak tahu tadi Mirna sempat ada di luar




















