Sementara itu mang Narko sendiri menggeram hebat. Sudah pahamkan?”tanyanya setelah penjelasan tadi.Aku mengangguk kecil.“Berarti ndak kuatir lagi digituin sama mang Narko kan?”susulnya lagi.Aku ragu. Bokeb Dan kini rasa kantuk yg kuat menyergapku seiring kenyamanan pasca-orgasme. Merentangkanku… Menyentuhku..menyelusup ke tempat yg belum seorangpun termasuk aku menjamahnya.“Uhhhhhhgg!” Aku meringis. Lagian wajar saja banyak lelaki yg dateng. Si non belum pernah ngerasain, ya?”tanyaAku mengeleng. Biarkan saja orang mau bertamu. Kakang kan cuma berandai-andai toh nduk. Ketika aku membuka mataku kulihat wajah mbak Siti di hadapanku sambil tersenyum kepadaku.“Gimana? Kali ini bahkan lebih parah.Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku menyaksikan hal yg selama ini hanya pernah kudengar dari orang atau dari buku. Lalu mang Narko menggeser sedikit posisi tubuhnya lebih rendah dari pinggulku.“Ya segitu, kang.




















