sori banget ya demi kita kamu jadi gini, kalo nggak ada kamu nggak tau deh gimana nasib kami” kata Salsa sambil memegang lenganku yang sudah diperban.“Ah luka kecil aja kok, nggak lama juga sudah sembuh kok, kalian tenang deh”“Fer, kamu hebat deh tadi, makanya kita kesini rencananya mau membalas budi nih, kami ada hadiah kecil buat kamu” sahut Wilona.“Oh, nggak usah Wilona, kita kan teman kok pake-pake hadiah segala”.“Eee. Bokep Colmek kamu sadis.. begini sih, terima kasih nya kelewatan deh kayaknya” kataku sedikit gagap dan jantungku berdebar kencang karena aku belum pernah main dengan perempuan lain selain pacarku sendiri.“Tidak fer, kamu memang pantas mendapatkannya, jadi hutang budi ini impas” jawab Wilona lalu dia membuka ikat rambutnya sehingga rambut panjangnya tergerai bebas sedada.“Wah liat wilona mukanya merah tu, dia malu sama kita kali ya?”kata salsa sambil tertawa.“Nggak usah malu Fer, kita kan teman dekat” kata Wilona seraya membelai pipiku dan mencium bibirku.Imanku




















