Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Bokep hot Tapi Abi kan manusia biasa. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Katanya mau kayak Rasul? Subhanallah … Alhamdulillah…********Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. Namun apa yang terjadi? Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku.




















