Ia tidak bereaksi, tapi aku langsung saja menyingsingkan CD-nya ke bawah. Bokeb Kedua tangannya kini ternyata sudah berani membalas memelukku. Kuulangi lagi cumbuanku dari mulai mengulum bibirnya, mencium pipinya, kemudian lehernya. Tidak sampai setengah jam kami sudah merasa betul-betul sebagai suatu keluarga yang akrab. Tatkala tersenyum, senyumnya lebih mengukuhkan lagi kalau di sini bukanlah tempat yang pantas baginya untuk bekerja. Suaranya enak didengar, tapi aku tak menyimaknya. Akhirnya tibalah pengalaman kami ini.Siang di hari Sabtu itu terasa panas sekali, tiupan AC mobil yang menerpa langsung ke arahku dan ‘istriku’ kalah dengan radiasi matahari yang tembus melalui kaca-kaca jendela. setelah tadi tak sempat aku mengisinya. Dua bukit yang cukup segar terbungkus rapi dalam BH yang pas dengan ukurannya. “Ya nggak usah dibuka” ujarku, “Aku elus-elus aja ya bagian atasnya pakai punyaku”, bujukku. Dalam keadaan telanjang bulat aku berdiri dan langsung memeluk Rini yang sedang memegang kamera. Sebagai laki-laki, aku sangat paham










