Rintihan tak pernah berhenti keluar dari mulutnya. Tapi aku tidak ingin buru-buru, aku ingin Sella membiasakan suasananya dulu. Bokeb Sama sekali wajahnya tidak bersahabat. Dan ketika klimaks itu datang lagi, Sella tak peduli lagi, “Aaduuuh…, eeeehm..ahh…kaa..kk…aahhh…”, Sella memekik lirih sambil menjambak rambutku memeluknya dengan kencang itu. AKu mencium bau harum dari keringatnya yang mulai mengalir. Umurku 34 tahun tapi aku belum menikah, jangan salah bukan karena aku tidak ganteng tapi pacarku sedang menyesaikan S3 nya di amrik, makanya nungguin dia selesai dulu. Kali ini dia mulai merespon, dia membalas pagutantu dengan memagut bibirku juga, basah dan indah. Kadang gurauan ringan itu yang tidak pernah aku dapatkan dari pacarku atau teman hubungan-ku. besok aku bebas kok” Aku melupakan janjiku untuk bertemu Dian, passienku yang pernah aku tolong persalinannya. Aku terus berusaha menekan senjataku ke dalam kemaluan Sella yang memang sudah sangat basah itu.




















