Cepat-cepat kualihkan pandanganku. Bokep Tante Ia memandangku dengan bibir setengah terbuka. Tubuhnya lalu bergerak ke kiri dalam ayunan yang lembut. Nafasnya masih terengah. “Ikuti saja iramanya,” ia berbisik lagi. Mau tak mau aku tertawa juga melihatnya. Tak berapa lama kemudian aku sudah duduk dalam keadaan telanjang bulat. Emosi dan nafsuku campur aduk. Kutatap matanya. Kali ini senyumnya melebar. Aku mengerang, menahan ekstasi yang merambati seluruh sarafku. “Tak apa-apa. Wajahku memanas. Canda itu membuat kami serasa sudah saling mengenal selama bertahun-tahun. “Baiklah,” ucapnya, “ke sini. Ia menghentakkan kepalanya ke belakang. Akhirnya aku menawarkan untuk mengantarnya pulang. Ia membalas pagutanku dengan gerakan mengulum yang lembut. Bibirnya begitu lembut di bibirku.




















