Suara pria yang tampan, gagah dan sopan terdengar dari balik pintu tersebut sambil menjulurkan tangannya, spontan saya jawab; “Ya benar”, yang saya balas jabatan tangan tersebut dengan lembut.Diluar dugaan jabatan tangannya yang terasa hangat dan gagah tersebut membuat aku sedikit gugup karena ada rasa nyaman tersendiri. Bokep Cina Mang Cecep yang menolong tapi diluar dugaannya malah menyentuh langsung kedua payudaraku yang tanpa BH tersebut merasa kaget dan segera meminta maaf kepadaku. Cecep atau biasa aku panggil Mang Cecep adalah pendengar yang baik, dia mau dengan setia mendengarkan curhatku berlama-lama ditelepon.“Saya sudah lama menikah dengan pengusaha terkenal di Indonesia itu Mang Cecep, tapi kehidupan kami HAMBAR walaupun kami sudah dikaruniai dua anak laki-laki yang sehat”, begitulah awal curhat teleponku dengan Mang Cecep.Loh kok kenapa bisa hambar begitu,“ kata Cecep berusaha mencari akar masalahnya dari suaranya melalui telepon.




















