tapi kamu masih tidur, nyenyak sekali..!” Ia berhenti, tak melanjutkan kata-katanya.Terdengar di ujung sana perempuan itu menarik napas. Bokep Tante “He eh..!” jawabku singkat.Selanjutnya aku hanya mendengarkan pembicaraannya tanpa banyak berkata-kata. Tangannya pun mulai mengusap-usap kedua bola zakarku, dipermainkannya lembut sambil sesekali digelitiknya dengan kuku-kuku jarinya yang panjang. “Nggak masalah kok, Lin.. “Tapi kamu suka kan, Roy..?” Kata-katanya terdengar jelas setengah merayu. Aku hanya menarik napas dalam-dalam. Aku terbatuk kecil. Aku menarik napas panjang. Posisi tidurnya belum berubah. “Hei, Roy.. “Hei, Roy.. Aku menjadi terpejam-pejam menahan rasa yang sulit diredam. Aku tak menyahut. “Ahh..!” Gerakannya benar-benar halus dan matang. Mimpi yang konyol”, pikirku. Aku terbatuk kecil. Perlahan-lahan aku berjalan menuju kamar mandi. Aku bangkit dari tempat tidur. Kulihat celana pendek hitamku tergeletak pada sebuah bangku kecil di depan meja rias itu. Kurasakan ujung kemaluanku mulai berdenyut-denyut siap memuntahkan laharnya. Kulihat sebelahku telah kosong. “Hei, Roy.. Aku mencoba untuk mengingat-ingat kembali.




















