Biar bisa tidur lelap. Bokep Thailand Sekali dalam seumur hidup.Aku beranjak di tengah kerumunan calo-calo untuk mencari busku. Ya iyalah. Paling tidak dengan jariku.“ga papa …”Kami berdua terdiam. Sekali. Orang-orang sudah sibuk ngobrol. Aku tidak tahan ……Sekarang posisiku berubah. Benar-benar mulus. Hujan masih turun, rintik-rintik. Aku merasa berterimakasih padanya.“Oiya, monggo monggo,” sahutku.Mereka turun dari bus. Jari tengahku kemudian mengelus lipatan basah itu. Tiba-tiba dia membungkuk.Gilaaaa. Mengurangi kebisingan akibat lalu lalang orang mencari tempat duduk.“Mas, mas, maaf …,” ada suara merdu rupanya. Kemudian melihat suaminya yang tersenyum mengangguk kepadaku di seberang kursi kami, menggendong anak yang kira-kira berusia 5 tahun.“Aduh, bu, maaf, bukannya saya tidak mau, cuman memang saya sengaja memilih tempat di bawah AC ini bu. Aku kembali menggesekkan kakiku, menunggu responsnya. Tipikal keluarga Jakarta, berumur di akhir 30an dan baru saja mempunyai anak. Aku terus menggerakkan jariku. aku membuka mataku.




















