“Kalo tau resikonya besar kenapa bapak mau bantu aku?” tanyanya. Bokep Indo Aku sudah berkeluarga dan mempunyai 3 anak. Aku mulai sedikit merapat kearah Kinan sambil bicara basa basi soal pekerjaannya yang hampir selesai. Dia merasa senang aku bisa menjadi tempat mendengar curhat dia.Sering dia minta bantuan aku soal pekerjaan di kantor ataupun tugas kuliahnya. Kinan menjadi tulang punggung di keluarganya.Pada awalnya aku acuh tak acuk terhadapnya. “Demi staffku, kalo pekerjaanmu lancar aku juga yag di puji sama bos dan selain itu ini semua demi kamu” jawabku sembari merayunya. Aku pun mulai semakin nakal, tanganku mulai mengelus paha putihnya. Kinan duduk di kursinya menyalakan komputer dan tiba tiba memanggilku untuk duduk disampingnya.“Pak sini… temenin Kinan dong, bantuin Kinan ya pak…?”Hampir 1 Jam aku menemani dia bekerja pandanganku mulai terganggu dengan posisi duduknya, rok bagian sampingnya agak tersingkap sehingga pahanya yang putih mulus agak terlihat, aku mulai resah sebentar sebentar aku melirik




















