Aku hanya terdiam mendengar penjelasannya, sambil tersenyum lembut menatapnya. Bokep Indo Aku bertemu kembali dengannya tapi bukan di kampus seperti saat itu. “Tumben nih cafetari rame, sampai nggak ada satupun meja kosong” Kata Dina menambahkan. “Banyak cerita di kampus yang mengatakan, kalau kamu orangnya cukup lembut setiap menghadapi cewek” tambahnya lagi. “Maaf Diet.. Saat itu Ananda belum menyadari kalau yang ada di atas panggung adalah diriku“Selamat datang dan selamat menikmati suguhan musik akustik dari kami, semoga makan malam anda cukup berkesan bersama orang-orang yang anda cintai” Sambutanku kepada semua pengunjung cafe. “Kamu tahu khan, kalau di kampus banyak cowok yang menaksir kamu” terangku kemudian. “Pa, Ma, Ananda boleh pulangnya belakangan?” tanya Ananda kepada kedua orang tuanya. “Diet kenapa diam?” tanya Ananda membuyarkan lamunanku. Ananda hanya tersenyum manis mendengar bisikanku, sambil meremas mesra tanganku.




















