Kalau kamu mau, aku rela jadi istrimu, asal kau juga mencintai anak-anakku, dan menjadikan mereka juga sebagai anakmu”, katanya.Aku lalu memeluknya, “aku bersedia mbak”.Setelah itu entah berapa kali aku mengulanginya dengan mbak Dewi, aku mulai mencoba berbagai gaya. Bokep Tante Mbak Dewi mencoba melepaskan pelukanku.“Maaf wan, mbak perlu berpikir”, kata mbak Dewi beranjak. Sebab aku tidak suka mereka. Aku tak tahu apa itu. Itulah mungkin yang mengakibatkan aku tidak pernah mendekati seorang cewekpun di SMA. Masuk, sedikit demi sedikit dan bless….Masuk semuanya. Aku pun mencoba menguping.“Apa yang harus aku lakukan?….Apa…”Aku menunduk, mungkin mbak Dewi kaget setelah pengakuanku tadi. Aku pun ditinggal sendirian di ruangan itu, tv masih menyala. Jempol kaki adalah bagian paling sensitif bagi wanita.“Tidak wan, jangan….AAAHH”, mbak Dewi memiawik.“Kenapa mbak?” kataku.Tangannya mencengkram lenganku. “Terima kasih”“Aku cinta kamu mbak”, kataku.Mbak Dewi menatapku.




















