Kami masih “berhubungan” (tentunya sekarang ekstra hati-hati, karena ada si “bloon” Franky suami Ester).But no problem karena aku biasa hub. Bokep Barat Setelah itu kami berbaring bertindihan, berciuman lama dan bernafsu sekali.Sekitar jam 22.00 kuantar Ester pulang ke tempat kosnya di Kebon Kacang (dekat Plaza Indonesia). “Oh, Pak Rio. Peniskupun amblas ke dalam vaginanya, “Bleess.., ampuunn nikmatnya”, kurasakan vagina Ester sudah demikian basahnya sehingga tak sulit untuk penisku keluar masuk berirama. Kurasakan sedotan jauh di dalam sana. Aku pulang dan dalam perjalanan aku tersenyum sendiri membayangkan pengalamanku barusan. Ester merintih, “Aahh, Rio” desahnya. Aku yang belum ejakulasi lalu meminta Ester untuk “nungging” (susah juga nih dalam mobil). Ester menggelinjang, meronta, menendang, dan akhirnya sambil menggigit kuat bahuku Ester mendesah panjang dan bersamaan kurasakan cairan membasahasi penisku jauh di dasar vagina Ester.Ester tersenyum puas, “Kamu hebat Rio, punyamu jauh lebih hebat dari punya pacarku”.




















