Keduanya kemudian masuk ke dalam lift yang kebetulan kosong. Bokep Japan Om Ridwan berdiri. Mereka sudah bersahabat karib sejak SMU. Tatapan nanar ke arah kedua pahanya. “Serius amat? “Oh tidak, tentu saja tidak”, Om Ridwan langsung menanggapi. Tak jarang mereka membantu Cinta untuk hal-hal penting, dengan imbalan beberapa jam kehangatan diatas ranjang. “Beneran Om..”, Cinta terdengar bersemangat. Rambutnya yang mulai jarang dan sedikit memutih, menunjukkan kalau ia adalah sosok yang intelektual. Meletakkannya diatas meja dan menyalakannya. Tak lama pelayan itu selesai mencatat pesanan mereka berdua. Beruntung suasana berubah ketika pelayan datang membawa pesanan. Dimata Cinta, Om Ridwan adalah sosok simpatik dan kebapakan. Tidak ada bra ataupun celana dalam yang menghalanginya. Ujung baju kaos Cinta terangkat dan handuk Rido terlepas.




















