Aku memenag letih, bukan mengakayuh perahu, tapi mengkayuh ibu agar anakkubisa aku sirami.Sehabis makan malam, aku duduk di teras rumah. Bokep Japan Saat itu itu ibu datang mendekatiku dan berbisik. “”Ayooo… toleee… diteruskan. Ibu menatapku dengan tajam. “Ayah hanya melakukan apa, Bu?” tanyaku. Pada suara petir yang ketiga, aku memeluknya dengan kuat dan Suti juga memelukku dengan kuat. Aku membujuknya, sampai akhirnya ibu diam dan aku membimbingnya ke atas perahu. Lalu ibuku angkat suara. Kami turun dari rumah melalui tangga. Siang kami tiba di rumah sakit. Aku mengisap-isap perlahan teteknya. Sampai akhirnyaibumendesah dan diamencabut sendiri kiontolku yang sudahlemas. Ibu banyak bertanya tentang Suti dan menasehatiku, agar jangan sampai hamil. Menurut perkiraan, akan sampai berkisar satu jam lagi. Dengan senyum Suti mengiikutiku dan berpindah mendekatiku ke belakang sembarimendayung. Aku mendekati pintu dapur. Kami perlahan-lahan menrik ujung tali. “Mas, apa mas tidak sayang sama Suti lagi, ya?” tanyanya dengan rengekan.




















