Dan sesaat kemudian, ia sudah duduk diatas pangkuanku. “Kita dimana nih?”Fung beringsut mendekat. Bokep “Ngapain kok kasar?”Seperti disiram air sedingin es, Fung tersadar. Wajahnya sangat dekat dengan wajahku hingga aku bisa merasakan nafasnya.“Coba kulihat.” katanya pelan semakin mendekatkan wajahnya. Tubuhku gemetaran tidak keruan, dan sesaat kemudian aku merasakan menelan sesuatu yang asin dan bibirku terasa perih. Aku ingin menemukan teman yang memiliki ‘kesamaan’ denganku. Bahuku terasa semakin sakit. Dan sesaat kemudian, ia sudah duduk diatas pangkuanku. Mana ngerti yang lainnya selain saling buat enak?”Dia menghentikan mobilnya. Lidah kami bertemu, saling bertaut. Tubuhku gemetaran tidak keruan, dan sesaat kemudian aku merasakan menelan sesuatu yang asin dan bibirku terasa perih. “Seharusnya aku yang bertanya.” Aku meringis.




















