Kami bagaikan mayat telanjang yang terbaring berdampingan di atas tempat tidur. Bokep China Untung aku masih bisa buat alasan yang bisa yakinkan dia” kataku menceritakan kegiatan kami di rumah saat ia menelpon tadi.“Kamu betul-betul bersifat ular dan masih licik seperti dulu. Jauh-jauh aku datang dari Banjarmasin tempat aku berdomisili saat ini hanya untuk bertemu denganmu” katanya sambil merapatkan tubuhnya ke tubuhku, bahkan bersandar di bahuku. Entah karena sedih atau bahagia, tapi yang jelas air mata itu terasa hangat. Katanya ada program bisnis baru yang akan ditawarkan padaku. Istri nampaknya sudah tidak ada rasa cemburu dan curiga lagi setelah aku jelaskan tadi.“Kang, jangan terlalu larut malam pulangnya yah” pinta istriku ketika aku mulai stater motor vespaku.“Namanya saja teman yang lama sekali tidak ketemu, tentu banyak hal yang kami bicarakan, apalagi soal bisnis tawarannya itu.




















