Namun nggak mau dirayakan. Hubunganku dgn Lidya memang akrab sekali, meskipun tak bisa dikatakan berpacaran. Bokep Arab Aqu benci dgn suaminya. Kedua bola mataqu sampai membeliak lebar. Namun aqu sama sekali tak tertarik padanya. Memang tingkahku tak ubahnya seorang anak balita.Tangisanku baru berhenti setelah Bapak berjanji akan membelikanku motor. Bahkan dia langsung turun dari pembaringan, dan menyambar pakaiannya yg berserakan di lantai. Karena pemberiannya itu aqu jadi menyukai Mas Herlambang. Sesaat aqu tersentak kaget, tak menygka kalo Lidya akan seberani itu. Dan juga anak terakhir. Karena anak bungsu dan juga satu-satunya laki laki, jelas sekali kalo aqu sangat dimanja. Karena terus-menerus memuji dan membuatku bangga, dgn hati dipenuhi kebanggaan aqu meminjaminya. Sementara Tante Amanda pergi membawa Bobby, aqu dan Lidya duduk di bangku taman dekat patung Pangeran Diponegoro yg menunggang kuda dgn gagah.




















