Karen tersenyum malu, dan cepat-cepat menyembunyikan wajah-nya di balik selimut. “Geli kak Ditto, ngga enak. Bokep Jilbab/Hijab Karen jauh lebih prepare daripada aku. Panggil saja aku Ditto, 28 tahun. Sejak saat itu, aku menganggap Karen menjadi pacar-ku sendiri. Kami berdua langsung tertawa terbahak-bahak, dan Karen menggitik ketiak bawah-ku. Tidak lama kemudian Karen kembali dari kamar mandi dan segera kembali ke kamar-ku lagi. Karen orang yang paling aku sayang di Australia ini sekarang.”, jawab-ku secepatnya. Apakah sebelum atau sesudah Karen berkata ingin memberikan aku surpised, aku sudah tidak tau lagi. Sebutkan saja nama bekas pacar-ku Lisa. Sampai pada akhir-nya aku menyerah juga, aku mengatakan pada Lisa bahwa aku akan mendukung semua keputusan-nya, apapun konsekuensi-nya. Karena selain good for Lisa, juga good for me. Bergantian aku cium, jilat, dan kadang hisap puting Karen yang sebelah kanan dan kiri. Karen sudah sedih memikirkan-nya. Sekarang Karen mau tidur dulu, sudah ngantuk berat nih.”, kata-nya lagi.




















