Nyonya Hana kembali mendekatiku, dan kali ini dia membawa sebuah lilin merah dengan diameter besar, seperti yang sering dipakai di kuil-kuil. Bokep Live Mataku sudah berkunang-kunang. Nyonya Hana lalu menyuruhku untuk memasuki ruang belakang. Aku juga tidak dapat terus-terusan tinggal diam di situ karena aku tidak punya pakaian selembar pun. Aku pingsan di tiang siksaan.Ketika aku sadar, aku sudah berada di dalam villa. Harga diriku benar-benar diinjak-injak. Rasanya sakit sekali. Harga diriku benar-benar diinjak-injak. Imbalanku adalah kesenanganku.Aku akan bercerita sebagian pengalamanku selama jadi budak Nyonya Hana. Aku juga harus mematuhi seluruh perintah-perintahnya dan menerima semua yang dilakukannya kepadaku. Kedua tanganku terikat ke atas dan kakiku pun sedikit terangkat ke atas, sehingga aku hanya dapat bertumpu pada ujung jari-jari kaki.Nyonya Hana lalu mengambil cambuk dan mencambuk tubuhku sekitar 30 cambukan keras.




















