Waktu teriak, ikutan teriak. Dia pun menatapku. Bokep HD Pulang lho! Hangat.“Bolehlah.” Kataku, setelah berpikir kalau besok aku tidak harus pagi-pagi ke kantor. Diana tak sadar, dia memejamkan mata, menikmati asap rokok yang mengepul dan keluar melalui jendela yang terbuka. “Biarin Mas, daripada besok dikuasai partai lain?”. Padahal diproyeksikan untuk menjadi calon presiden. Disitulah ada gadis yang memang cantik parasnya, pandanganku tertuju kepada gadis itu, saat itu dia sedang bergerombol dengan temannya yang berkampanye kepada sebuah partai, dia memberiku senyuman kepadaku.Gadis itu dan temannya memakai sebuah kaos partai, yang mana bagian bawahannya dan lengannya dipotong sehingga menyerupai sedang memakai tank top, sedangkan bawahannya dipadu dengan celana panjang ekstra ketat yang berwarna putih.“Mas, Mas wartawan ya?” katanya kepadaku. Aku tersenyum, dan ia pun tersenyum. Kantornya “x” (nama koranku), khan.




















