Setelah itu kami keluar dari restoran itu dan menuju kemobil.Dalam mobiku itu, aku terdiam dan bingung akan kejadian barusan, otakku tidak berjalan sebagai mana mestinya, soalnya aku bermesraan dengan sopirku yang tidak sepadan denganku dan ia dengan bebasnya meraih dan meremas tanganku. Pak Rojak kuajak makan.Kami duduk berhadap hadapan, ia pandangngi terus mataku. Bokeb Kalau dilihat, gubuknya seperti rumah dukun dan didindingnya ada semacam tulang2 dan bau menyan. Kami mempercayakan rumah kepada mereka jika kami pergi kerja. Kalau dilihat, gubuknya seperti rumah dukun dan didindingnya ada semacam tulang2 dan bau menyan. Pak Rojak kebelakang dan tidak lama kemudian muncul dan duduk di sampingku.Bu beginilah keadaan saya, katanya oooo..




















