kejadian itu berulang terus seminggu dua kali, tiap kali Tina ataupun Devi membutuhkan kehangatanku, aku segera datang memenuhinya, hingga saat ini. Bokeb Ada dua orang yang datang ke arah kami dan tentulah mereka adalah penumpang. Kemudian saat aku lewat didepannya aku menawarkan tumpangan.“Ojek mbak?” perempuan itu tampak ragu2. Bayi dalam gendongannya sudah tertidur, dan Tina pamitan menidurkan anaknya.“Kamu nginap disini saja, Di ?, hujan malah tambah deras” kata Devi lagi.Wah, tawaran yang aku tunggu nih, aku segera memasukkan motorku ke garasi dan bergegas kembali kedalam sambil mengeringkan tubuhku. Aku masuk rumah mengikuti Devi dan duduk di bangku kayu.“Nih handuknya, dan diminum kopinya yaaa” Devi melirik kearahku yang basah kuyup.Kulihat tubuhnya hanya dibalut baju piyama dan rambutnya masih diikat dengan handuk.




















