ayok keburu jam makan siang selesai nih”Aku Ruri Tiansyah dan juga Ivana kemudian melangkahkan kaki kami menuju sebuah kantin dekat dengan kantor pemerintahan tempat dimana kami berkerja untuk menyantap makan siang kami.“Ehh teh, gimana kabar Aldi, nggak apa-apa dia sendirian sama pembantu di rumah.”“Nggak kok.. Nafasku masih memburu namun perlahan mulai mereda..“Uhhh bu.. Bokep Tante udah terlanjur juga.” ucap Denny lalu kemudian ia mulai bergoyang kembali dengan tempo yang mulai cepat..“Gimana nikmat kan.. Wajahnya seloah melukiskan banyak tanya… Namun ia kembali tersenyum sesaat.“Tunggu bentar den.. aku bisa teriak loh..”“Udahlah bu jangan ngelawan, ibu sendirikan yang minta diluar, lagian kalau mau teriak harusnya udah dari tadi.. Kekuatan di lengan dan kakiku juga seketika menghilang seiring tubuhku yang mulai bergoyang-goyang.Di depanku sosok pria yang bukan suamiku, pria yang tak begitu aku kenal, bahkan baru beberapa kali saja aku berpapasan dan berjabat tangan dengan dia, selebihnya hanya cerita-cerita yang di kumandangkan pacarnya alias Ivanarekan




















