Baju barong Bali nya yg longgar, bikin saya makin leluasa untuk memasukan tangan serta ngeremes payudaranya yg telah dari tadi saya beberapa tunggulah. “Uuuhhhh, Elanggggg. Bokep Tobrut ” Terang Nina. ” Jawab saya, saya sok mikir jalan ke apotek, walau sebenarnya saya lagi mikirin buat nanya terlebih. Dikeluarkan batang kemaluan saya dari dalam sarangnya. Dari mulai masalah pekerjaan, hingga kehidupan pribadi. Saya lalu duduk sembari lihat saksikan, terdapat banyak photo saat Nina wisuda. Dari jauh saya simak Nina jalan keluar dari gedung tempat tinggal sakit masih tetap dengan seragamnya, cuma ditambah sweeter berwarna abu-abu serta ransel kecil yg disangkutkan di bahunya. “Aaahhh, Elanggggg, aaahhhhh yess aarrgghhh…. Di ujung lorong, mas saksikan di samping kanan, ini apoteknya mas. “Iya, Nin. ” Jawab Nina sembari memberi suatu kertas kecil pada saya. Terlampau dekat buat neduh dahulu. Rambut hitam lurus sepunggung membuatnya terlihat lebih anggun.




















