Aku merindukan peristiwa ini berulang dan aku bisa menyaksikannya lagi.Goyang dan ayun Warni bersama lelaki itu sampai pada puncaknya saat tiba-tiba istriku bangkit dan tangannya merenggut gumpalan dada lelaki itu. Bokeb Kakiku tak mampu berpijak tegak. Adegan diam itu berlangsung seperti sebuah ‘pantomime’. Lagi diapain Warniku. Aku mempersiapkan seluruh diriku. Dia sedang terbang di samudra nikmat tak terhingga.Dia akan melupakan berbagai hal. Kuamati dengan cukup cermat. Benar.. Kubayangkan dia bergelinjang sambil menggeliat-geliatkan pinggulnya untuk menahan gatal syahwatnya.Saat dorongan ejakulasinya mendesak-desak untuk muncrat dari lubang vaginanya, tangan-tangannya pasti akan mencengkeram atau mencakar punggung Pak tua itu hingga membuatnya luka dan mengeluarkan darah.Bayangan-bayangan diatas semakin membuat aku sebagai lelaki atau sebagai suami yang tak ada artinya. Demikian pula Warni. Dia termasuk orang yang tidak tahan melek.Dan Jono yang sedianya akan membantu akupun telah tertidur di bangkunya.




















