Aku merasa batang kemaluanku sampai menyentuh pintu tenggorokannya. Bokep Tante Setiap dia menerangkan dengan mencorat-coret kertas, badannya bergerak ke kanan dan ke kiri dengan tekanan-tekanan. Aku jadi sadar teman-teman tadi mentertawaiku karena batang kemaluanku menyembul dan bergerak liar di balik celana abu-abuku. Batang kemaluanku langsung bergerak. Dan pelukannya ke punggung malah semakin kencang saja. Aku harus berdiri di sebelah kursinya, dan secara tidak langsung aku diharuskan melihat pahanya yang mulus itu dengan rok yang kalau dia duduk terangkat sampai sebatas lutut. Tanganku jadi tidak hanya memelintir dan meremas payudaranya saja, tetapi juga menahan tubuhnya. Aku jatuh rebah telentang setelah sekian lama bertahan pada posisi duduk. Mungkin kalau menurut bahasa anak sekarang ‘cool’. Bau parfumnya halus sekali. Aku tidak memakai celana dalam. Aku pun menunggu sampai semua beres, walau sampai bel istirahat. Suara-suara cepakan pantat yang beradu dengan pangkal paha seolah tidak dihiraukan oleh Mbak Is.




















