Matanya berkaca-kaca ia mencoba menahan air matanya. Vidio Bokep Aku bersandar di sofa, aku tidak melihat tv tapi melihat mbak Dewi. Mbak Dewi dan aku terbangun. Tangan mbak Dewi yang lembut, hangat lalu mengocok penisku. Aku tak tahu apa itu. Aku sedikit demi sedikit mencoba akrab dan mengenalnya. “Gimana kuliahmu?”“Ya, begitulah mbak, lancar saja”, jawabku.Aku memberanikan diri memegang pundaknya untuk memijat. Mbak Dewi dan aku terbangun. Itulah mungkin yang mengakibatkan aku tidak pernah mendekati seorang cewekpun di SMA. Kami benar-benar canggung pagi itu. Saat itu sedang ada sinetron.“Nggak tidur Wan?”, tanyanya.“Masih belum ngantuk mbak”, jawabku.Aku duduk di sebelahnya. Tampak mbak Dewi melihat-lihat isi kulkas.“Waduh, wan, bisa minta tolong bantu mbak?”, tanyanya.“Apa mbak?”“Mbak mau belanja, bisa bantu mbak belanja?




















