Saya merasa sudah hampir tidak tahan lagi. Bokeb Saya mau periksa kamu menderita hernia atau tidak.” Nah lho! Saya melihat arloji di tangan saya. Dokter yang ternyata bernama Dokter S itu menghampiri saya dengan berkalungkan stetoskop di lehernya yang jenjang dan putih.“Kamu pernah menderita penyakit berat? Baru sekarang saya pernah melihat payudara sebesar ini. Ia melepas jas dokternya dan menyampirkannya di gantungan baju di dekat pintu. Ia menyodorkan payudaranya yang menggantung kenyal ke wajah saya. Aah, luluhlah hati saya karena senyumannya ini yang semakin membuatnya cantik.“Oke, sekarang coba kamu buka kaos kamu dan berbaring di sana”, kata sang dokter sambil menunjuk ke arah tempat tidur yang ada di sudut ruang periksa tersebut.Saya pun menurut.




















