Tarikan perlahan itu tak bisa kutolak. Bokep India Wajahku menengadah. Sebelah kaki menekuk dan terbuka lebar di atas kursi, dan yang sebelah lagi menjuntai ke karpet.“Suka Jhony?”“Hmm.. Betis yang indah, higienis dan terawat. Di situlah keberuntunganku. Sangat kontras dengan pahanya yang berwarna gading.Aku merinding. Aku menunduk kembali. Aku menengadah.“Kurang jelas, Jhony?” Aku mengangguk.Mbak Lia tersenyum bandel sambil mengusap-usap rambutku. Inilah hadiah yang kutunggu-tunggu. Aku sanggup melirik sebagian kulit paha yang berwarna gading. Menawan. Kedua bibir kewanitaannya kuhisap-hisap bergantian.Kepala Mbak Lia terkulai di sandaran kursinya. Jhony! Tak peduli dengan etika, dengan norma-norma bercinta, dengan sakral dalam percintaan. Sangat kontras dengan warna kulitnya. Karena gemas, kukecup berulang kali. Kadang-kadang lututnya agak sedikit terbuka sehingga saya berusaha untuk mengintip ujung pahanya.Tapi mataku selalu terbentur dalam kegelapan.




















