Aku berteriak sekuat-kuatnya untuk menahan sakit. Bokeb Sementara itu, tubuhku menjadi sasaran nyamuk-nyamuk kelaparan. Aku harus patuh padanya. Cemoohan kepada diriku harus kutahan selama jarak lima kilometer.Setelah berjalan sekian lama, akhirnya aku sampai juga ke sudut hutan yang sepi yang telah di tentukan Nyonya Hana. Kini aku pun kembali telanjang bulat bersama Nyonya Hana di tengah hutan. Aku tidak dapat menolak. Dia lalu menyalakan lilin itu. Nyonya Hana lalu mendekatiku. Tubuhku penuh dengan keringat karena sinar matahari yang amat panas.Setelah puas mencambukku, Nyonya Hana meninggalkanku begitu saja dijemur di bawah terik matahari yang menyengat. Setelah puas menatap keadaanku, Nyonya Hana tidak memberiku pakaian, tetapi langsung menyuruhku untuk masuk ke mobil dan membawaku kembali ke villa. Dia baru berhenti setelah kami tidak terlihat dari arah jalan raya karena terlindung pepohonan.Nyonya Hana lalu menyuruhku turun.




















