Tanpa diduga, Jabir telah berada di sebelahnya dan mendekap tubuhnya setelah dia mendorong Pak Irfan.“Apa-apaan nih, lepasin saya, tolong…tolong…!!” jeritnya sambil meronta. Jabir menggendong tubuh telanjang Sherin dengan kedua lengan kekarnya sambil berjalan mengikuti Pak Udin yang menuntun mereka ke kamar gadis itu.“Wah asyik yah kamarnya enak, ber-AC lagi !” komentar Pak Irfan begitu memasukinya. Bokep SMA Sherin tidak bereaksi, batinnya mengalami konflik, dia sama sekali tidak ingin melayani nafsu pria seusia kakeknya ini, namun apa daya karena pria ini telah mengetahui aibnya yang dipakainya sebagai alat mengintimidasinya. Pak Udin mengerang parau merasakan jilatan lidah gadis itu pada ujung penisnya, tubuhnya bergetar sambil meremas rambut gadis itu. Tanpa menunggu perintah lagi dia mendekatkan wajahnya pada penis yang menodong wajahnya itu. Penis yang mengacung itu digenggamnya dan diarahkan ke vaginanya. “Brengsek…tua bangka mulut ember, keterlaluan banget sih !” makinya dalam hati. “Siang Non, udah bangun yah, asyik kan tadi ?” goda Pak




















