Aku merasa sudah tidak tahan lagi. Paling tidak aku kehilangan keperjakaanku gara-gara tempat ini beberapa tahun lalu. Bokep Asia Akhirnya dapat ditebak. Pernah dengan setianya menemaniku beberapa tahun. Kucium bibirnya beberapa saat. Uang kita bagai setumpuk kertas gurauan dengan angka nol berderet-deret.Pukul 2 lewat. Entah apa yang mereka bicarakan di sana.Felly ini gadis baik. 2 tahun yang lalu aku pikir aku sudah terbebas darinya. Kubuat sikapku persis seorang remaja putus asa akibat problem rumah tangga menahun. Malah sebenarnya aku hanyalah Social Drinker yang hanya kebetulan agak terlalu social semalam. Bahkan ia tidak sadar bahwa aku telah berganti pakaian dengan waktu bertemu tadi siang. Aku sudah beres-beres ketika interkom itu berbunyi lagi. Dengan mengenakan daster pendek jauh di atas lutut model tank top. “Silahkan duduk Den.”
Aku duduk di ruang tamu.




















