Lalu Pak Rojak menutup pintu rumah itu dan menyilahkan aku duduk di pinggiran dipan itu. gak ada rasanya. Bokep Indonesia menganggap orang lain sampah, lanjutnya.. Para pembantuku tidak curiga atas tindakan kami itu.Pak Rojak pun tampaknya bisa menutup mulut kedua pembantuku. Lalu ku jawab.. Lalu Mas Hendra menanyakan sebab perubahan sikapku itu. Aku merasakan perih dan nyilu pada selangkanganku karena kejantanan Pak Rojak panjang dan besar juga. Bukan materi yang aku kejar pada dirinya, namun karena sikapnya yang santun thdp aku. Akupun dilahirkan dalam lingkungan yang memegang teguh agama dan adat jawa. Lalu ia sarankan aku untuk mengambil seorang sopir, untuk mengantarku.Akupun setuju, sebab aku memang trauma sejak saat itu menyetir sendiri. Sejak kejadian itu sikapnya terhadapku jadi lain dan aku tidak ambil pusing.Aneh memang kenapa sejak saat Pak Rojak bertanya kepadaku saat itu, aku merasakan adanya sensasi tersendiri dalam hatiku saat menatap matanya.




















