Tapi entah kenapa, bibirku tetap tertutup rapat seolah menolak untuk berbicara.“Itu cuma tebakanku,” dia melanjutkan. Kupikir begitu kuberi lampu hijau dia akan langsung bergerak melontarkan bujukannya untuk meniduriku. Bokep India “Kamu mau anak cowok apa anak cewek? Sekarang kamu ada di sini, aku bingung harus gimana.”Mendengar ucapanku dia tersenyum geli, “Pantesan kamu gak pernah mau ngasih nomor HP.”“Ya menurut lho aja! Lidahnya langsung menyapu menikmati seluruh cairan cintaku meleber keluar hingga bersih.Setelah ‘dicuci’ vaginaku kembali dimasukkan satu jari tangannya. Tak tahan dengan rangsangan yang kuterima, tanganku langsung menekuk hingga tubuhku tinggal bertumpu pada kedua siku. Kami tertawa. Aku terdiam di ujung tempat tidur memandang dirinya yang memasang rantai pintu kamar.Situasi ini tampak berbahaya. Itu foto yang biasa saja sebetulnya, namun fakta bahwa foto itu diambil dan dikirim oleh ‘dia yang seharusnya tidak berada di sini’-lah yang membuatku deg-degan.Dia adalah temanku di Facebook.




















