Di pesta itu, ketika aku datang, Anisa tak tahan menahan emosinya, dia menghampiriku ditengah kerumunan orang banya itu dan memelukku erat-erat, lalu menangis sejadi-jadinya.“Aku rindu kamu Rangga kekasihku, aku sayang kamu, sekian tahun aku kehilangan kamu, andai saja laki-laki disampingku dipelaminan itu adalah kamu, alangkah bahagianya aku ” Kata Anisa lirih dan pelan sambil memelukku. Bokep Mama Setelah itu kami berpisah hingga sekian tahun, tanpa kontak lagi. Anisa minta aku meminjamkan jakaetku. Setelah hujan reda, kami membuka ransel masing-masing. Malam semakin larut, hujan sudah reda, bintang-bintang di langit mulai bersinar. ” Jahat kamu Rangga, aku kalah terus sama kamu ” Ujarnya lagi. Penny’ku masuk kedalam ‘Ms. Hujan semakin lebat dan kabut tebal sekali, udara menyengat ketulang sumsum dinginnya. Kami memutuskan esok pagi kami harus pulang.




















