Selesai mengemasi semua berkas dan catatan, kucoba berdiri dan memutar-mutar kepala untuk melemaskan otot leher dan punggung. “Makan aja, kalau tahu kamu baru bangun sudah kubelikan makan tadi”, katanya. Bokep Korea “Kenapa Mbak mau dimadu?”, tanyaku tambah penasaran. Kemudian tempurung lutut kananku dengan sengaja kugesekkan pada selakangannya. gitu ya, jangan harap aku mau membatumu lagi ya”, katanya dengan nada bergurau. Aku masih cuek dengan keadaan sekelilingku tapi Indah agak gelisah dan mengeluhkan ajakanku ke kafetaria. Mungkin karena malu Indah segera melepaskan cubitannya. “Nggak apa-apa Mbak, cuma mikir kerjaan besok”, jawabku santai. Pikiranku berkecamuk soal pekerjaan yg akan kuhadapi sehari lagi dan sama sekali belum kusiapkan. “Ya ampun Zainal, kamu baru bangun!”, teriak Indah.




















