Soalnya saya baru sadar…”
Sengaja aku nggak selesaikan kata-kataku. Bokep Mama Sesungguhnya aku tak begitu heran. Aku jadi ingat istriku, sayang dia nggak bisa ikut. Kok begitu mandangnya sih? Aku menyambutnya. Dia khan juga asyik sendiri,” katanya acuh. Ibu ini tanpa ba bi bu, dengan piring makannya langsung mengekor aku mencari kursi kosong di taman. “Lhoo.. Bahaya dong kalau begitu”
Eehh.. “Mas sendiri, mana istrinya?”
“Aa.. Lidahnya terus menyapu kepalanya yang berkilatan karena tekanan keras dari urat darahnya. Ternyata ini ibu yang tersenyum padaku di tangga tadi. Nampak di sana-sini tersebar bangku untuk tamu-tamu duduk. “Ya sudah, semua lelaki memang pengin menyendiri khan? Dia cium dan sedoti dadaku. hhllmpp…” sambil tangannya terus ikut memerasi batanganku.




















