“Bikin penasaran orang aja” kataku. Tak lama Ivan datang dengan 3 gelas champagne. Bokep Family “Ya sudah kalau kamu menikmatinya, aku ke bawah dulu mau cari rokok, ini sisa pembayaran buat si Ivan, nanti serahkan saja ke dia”, kata suamiku sambil pergi meninggalkan kamar. Kulihat Ivan masih tertidur pulas. Dari semua alat bantu tersebut semuanya memberikan kenikmatan yang berbeda-beda, tetapi favoritku adalah vibrator. Wah sambil menulis ini aku jadi membayangkan kontol silikon itu maju mundur didalam vaginaku. Tak lama sampailah kami di kamar. “Aku mau sampai”, kataku dengan mulut masih penuh oleh kontol suamiku. “Aku kan mau memberikan sesuatu yang beda, Sayang” katanya lagi. “Selamat ulang tahun Sayang”. Memang dari rumah aku sudah menduga bahwa ada kejutan yang sangat merangsang yang akan diberikan oleh suamiku, tetapi aku tidak menduga betapa luar-biasanya kejutan tersebut.




















