Mendengar itu aku kembali lemah, tidak ada yang bisa kuperbuat kecuali kembali mengocok penisnya.“Nah gitu dong…”, kata Chandra. Film Porno Aku masih sedikit jijik jika harus menyepongnya. Aku perlahan menyepongkan penisnya itu. “Ayo lepas semua!”, perintahnya memintaku membuka pakaianku. Awalnya aku bakal berpikir hubungan kami akan berlanjut ke jenjang yang lebih serius, namun pupus sudah harapanku, bukan saja aku akan dilamar Mas Wahyu, aku malah mendapatkan musibah yang lebih besar lagi. “Terserah maunya gimana…”, kata Candra. Dengan langkah yang sedikit berat karena aku ketakutan, aku memaksakan diri mencari kamar nomer empat belas tersebut.‘Tok tok tok’, aku mengetuk pintu kamar kost nomor empat belas itu, lalu segera saja dibuka, dan tampak seorang pria berdiri di dalam mempersilahkanku masuk. Air mataku mulai mengalir, sungguh hina diriku, barusan tadi siang aku sudah merendahkan diriku untuk menyepongkan penisnya, kali ini dia meminta lebih.Takut video ku disebarkannya di internet, aku pun dengan sangat-sangat terpaksa memohon, “Tapi










